Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6



Pembahasan Al-Furqon (25) ayat 31-39


Surat Al-Furqon, kandungannya sama dengan nama suratnya. Dimana surat ini diberi nama Al-Furqon yang artinya pembeda. Pembeda antara hak dan batil. Pembeda antara halal dan haram. Pembeda mu’jizat aqliyah dan mu’jizat salbiyyah.  Dimana mukjizatnya para nabi, biasanya fisik, seperti tongkat, dibakar, berbeda dengan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang bernama Al-Quran, bersifat aqli. juga pembeda anata risalah Al ‘aliyah , dan risalah Al-Haliyah.

Quran isinya adalah global, sementara Nabi-Nabi terdahulu isinya adalah lokal. Nabi Musa Alaihi Salam diutus untuk kaumnya saja, Nabi Isa untuk kaumnya saja, tetapi Nabi Muhammad SAW Bersama Qurannya diutus untuk dunia.

Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (Al-Furqan 31)

Hubungannya dengan surat Al furqan ayat 31 adalah :
Tentang sunataullah
adalah sunatullah,ketentuan Allah, bahwa tidak ada Rasul, tidak ada Nabi diutus untuk Allah kecuali diperangi oleh orang orang yang berdosa. Siapapun yang mengikuti jalannya Nabi , jalannya Rasul, pasti diperangi oleh orang orang yang berdosa.

Jadi bapak ibu sekalian, sekedar mengingatkan, menurut para ulama, menafsirkan Al-Quran paling baik adalah menggunakan Al-Quran.

Nabi itu adalah orang yang disayang Allah, tapi mengapa banyak musuh? Bahkan dalam ayat lain dikatakan bahwa musuhnya adalah syaitan manusia, dan syaitan syaitan jin. Jadi yang dimaksud para pembuat dosa diatas siapa? Ternyata bukan manusia saja, tapi syaitan, dan jin.


Jamaah MPAP khusyu mendengarkan penjelasan yang diberikan


Apa hikmatnya Allah mengadakan para mujrimin atau para pembuat dosa bagi setiap nabi?

Agar kita tau dan jelas, perbedaan antara  dakwah yang benar, dan dakwah yang bohong, orang yang benar benar jujur berjuang karna Allah, atau hanya sekedar dunia. Apabila pendakwah itu hidupnya mulus mulus saja, punya rumah mewah, mobil mewah, dan istri banyak, apakah semua mau menjadi pendakwah? Tapi apakah jika pendakwah itu hidupnya penuh dengan tuduhan dan penuh dengan cobaan, kira-kira yang berdakwah akan semuanya atau hanya sebagian? Itulah sebabnya setiap Nabi dan Rasul dana pengikutnya ketika berdakwah pasti ada musuhnya (minal mujrimin).

Lalu apakah setelah Nabi dan Rasul sudah wafat, dan para penerusnya yang melanjutkan dakwah mengalami begitu banyak halangan  Allah akan membiarkan saja? Dijawab oleh Allah dalam akhir surat Al-Furqan ayat 31 :

Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong..
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).  (Alfurqan 32)


Hikmatullah di dalam menurunkan Al-Quran secara berangsur angsur.

Allah SWT mampu tidak menurunkan Al-Quran dari langit ke bumi sekaligus? Tapi mengapa diturunkan berangsur angsur? Bapak ibu sekalian orang kafir mempertanyakan Quran tidak diturunkan sekaligus?

Sekarang mari kita berpikir. Seandainya Al-Quran diturunkan sekaligus ke dunia, apakah orang kafir akan beriman atau akan tetap kafir? Lalu apa tujuan orang kafir mengkritisi hal tersebut? Apakah hanya sekedar mengkritisi atau meminta dituruti diturunkan secara bersamaan?  Ini merupakan pelajaran bahwa tidak semua permintaan orang kafir harus dituruti. Ini persis di awal awal surat Al-Furqan, orang kafir minta bahwa rasul itu dari kalangan malaikat, bukan dari golongan manusia. Mereka berfikir bahwa rasul yang dari golongan manusia juga mencari makan seperti manusia lainnya.

Kenapa Al-Quran diturunkan berangsur angsur, padahal jika Allah turunkan Quran sekaligus, Allah kabulkan.
Karena Al-Quran diturunkan di dunia ini, bukan hanya sekedar untuk bacaan, bukan sekedar untuk pemahaman, tetapi Al-Quran diturunkan untuk membentuk masyarakat, untuk membentuk undang undang aturan, untuk membentuk umat yang kuat, bukan hanya sekedar umat, tetapi umat yang terbaik.

Untuk melahirkan si jabang bayi, kita membutuhkan watu 9 bulan mengandung. Sekarang jika kita ingin membentuk umat, apakah cukup Al-Quran diturunkan sehari semalam? Harus bertahap, dan


Al-Quran merupakan intruksi harian

Apabila Al-Quran diturunkan dalam semalam, manusia juga tidak akan mampu melaksanakan semua aturan aturan yang diberikan, oleh karena itu perlu diturunkan secara berangsur angsur.
Sekarang kita bisa melihat bahwa banyak diantara kita yang  tidak membaca Al-Quran setiap hari, dan banyak juga yang sudah membaca Al-Quran tapi hanya membaca surat yasin saja. namun yang kedua itu lebih baik. Cuman alangkah lebih baik jika diamalkan. Jika Allah saja menurunkan Al-Quran sudah berangsur angsur dan masih banyak diantara kita yang tidak mengamalkan, apalagi jika Al-Quran diturunkan secara bersamaan. Karena Al-Quran itu diturunkan berdasarkan keperluan atas kejadian yang terjadi di muka bumi ini.

Tema besar dari surat Al-Furqan adalah peperangan dari yang hak dan batil, dimana nabi dan rasul dimana pun setiap saat selalu mendapatkan respon yang positif dan respon negatif, apakah kita sebagai penerusnya yang sudah mengetahui hal tersebut akan diam saja, atau kita akan didiamkan oleh Allah?

Ternyata tidak. Allah memberikan jaminan, Allah selalu Bersama orang yang berdakwah, Allah memberikan jaminan untuk menentramkan hati Nabi Muhammad SAW ketika orang kafir itu selalu bertingkah.

Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (AL-Furqan: 33)

Allah SWT selalu membekali Nabi Muhammad SAW dengan argumentasi yang kuat, artinya adalah pengikutnya (muslimin) ketika kita menggunakan Al-Quran dan  Al-Hadist untuk berperang, maka kita tidak akan pernah kalah dengan orang kafir dalam berargumentasi. Contohnya, orang Islam ketika berjihad, dikatakan sebagai teroris, sedangkan para kafir menjajah negara negara islam, tidak ada yang mengatakan bahwa mereka adalah teroris. Sedangkan jika kita melihat sejarah, dari zaman Nabi, umat Islam tidak pernah menjadikan daerah kekuasaannya sebagai daerah jajahan. Umat Islam membangun Eropa, membangun Iran, membangun Mesir. Itulah perbedaannya dengan orang kafir, orang kafir menjajah, memperbudak daerah jajahannya. Ketika umat Islam berjihad, mereka membawa hidayah Allah, membawa rahmat, membangun daerahnya.

Jadi ketika kita menggunakan Al-Quran dan Al-Hadist ketika berargumen, kita tidak akan kalah, tapi banyak dari umat muslim tidak menggunakanya, sehingga ketika umat muslim di tuduh , selalu tidak bisa menjawab.

Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahannam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. (Al-Furqan : 34)

kita diberikan pelajaran oleh Allah dengan ditayangkannya nanti diakhirat, orang orang musyrik itu di seret sebagai balasan didunia menghinakan Islam dan ulama ulama Islam. Maka balasan nya muka mereka akan di seret diakhirat nanti. Kenapa yang disebut muka, bukannya kaki atau bagian tubuh lain, padahal sama sama sakit? Karena hal tersebut lebih hina, mereka diseret ke dalam neraka jahannam yang merupakan tempat yang terhina.

Salah satu jamaah yang bertanya dalam sesi tanya jawab


Kisah Allah tentang kaum kaum yang mendustakan ajaran Allah.

Dan sesungguhnya kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu). (Al-Furqan: 35)
Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya. (Al-Furqan : 36)
35 dan 36 kaum Nabi Musa dan Harun .
Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih; (Al-Furqan: 37)
Siapapun pemeluk agama apapun, semua tahu kisah topan dan banjir yang menenggelamkan kaum nabi Nuh. Bahkan anak beliau sendiri, tidak selamat. Ini penting karena sekarang masih ada orang yang kurang paham, seolah olah anak orang baik pasti baik. Mana ada didunia kedudukan yagn lebih tinggi dari Nabi. Kita menghormati ustad, kita menghormati kiyai, tapi tidak otomatis anak ustad anak kiyai pasti baik. DIbuktikan dari kisah tersebut, bahwa ukuran kebenaran buakan dari keturunan, ukuran kebenaran ialah ketika mengikuti ajaran Allah SWT.
dan (Kami binasakan) kaum 'Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.(Al-Furqan: 38)
Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka itu benar benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya. (Al-Furqan : 39)

Kita diajak jalan jalan oleh Allah untuk menyaksikan dari akhir perjalan orang orang yang mendustakan ajaran Allah, dari kaum apa saja sepanjang masa. Tujuannya adalah untuk kita umat manusia mengambil pelajaran, tidak ada bangsa, yang menentang ajaran Allah yang kecuali pasti diadzab oleh Allah dunia dan akhirat. Walaupun bangsa yang dahulunya diturunkan oleh mereka seorang Nabi, atau bangsa apapun yang mengaku Islam tetapi mendustakan Quran dan sunnah, pasti akan di azab oleh Allah.

Mendustakan ajaran Allah, siapapun orangnya, pemeluk agama manapun, ketika mendustakan ajaran Allah, pasti akan dihancurkan oleh Allah.

Kenapa ceritanya kok pendek pendek, padahal kalau kita lihat kisah Nabi Musa sampai berhalaman halaman, padahal pada surat Toha dan Al-Baqarah diceritakan panjang, tapi kok ini hanya satu ayat? Karena kisah ini, tujuannya bukan mengurangkan detail detail dari kisahnya, tetapi yang ingin ditekankan oleh Allah, bangsa manapun, umat siapapun, yang mendustakan agama Allah, pasti akan mendapatkan adzab dunia dan akhirat yang akan menghancurkannya.

Penulis : Bayu Aji Firmansyah
Editor : Deni Darmawan




Tentang Deni Darmawan

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment