Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6



Dalam perjalanan hidup seseorang, tentu begitu banyak dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan. Baik perbuatan yang disadari atau yang tidak kita sadari. Manusia yang baik bukanlah manusia yang bebas dari dosa, tapi tatkala seseorang berbuat dosa, Dia memohon ampun, mengucapkan istighfar kepada Allah SWT dan bertaubat untuk tidak akan mengulanginya kembali.

Waktu demi waktu, hari demi hari, tahun demi tahun kita lewati semuannya. Coba kita sejenak mau berpikir, berapa banyak nikmat agung yang Allah SWT berikan kepada kita, dan kita habiskan secara gratis, tetapi sedikit sekali kita mau bersyukur dan merenungkannya. Berapa waktu yang tersedia yang Allah berikan, tetapi tiap harinya kita menzolimi karena waktu itu terbuang begitu saja tanpa mau mengingat Allah SWT dan tidak melakukan hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang-orang disekitarnya. Usia pun sudah semakin bertambah, kulit pun akan semakin kendur, mata akan semakin lamur, rambut semakin putih dan menipis. Fisik kita  pun lama- kelamaan menjadi lemah.

Kata ulama bilang, tanda-tanda itu merupakan tanda sms malaikat Izroil kepada si hamba agar lebih memperbanyak ibadah, memohon ampun dan cepet-cepet taubat karena usia yang semakin tua dan akan mati. Bukan saja yang tua, muda, anak-anak bahkan bayi jika Allah menghendaki kapan saja bisa mati. Tapi beruntunglah orang yang mempunyai umur panjang dan bisa menikmati hidup ini lebih lama, dia pergunakan usianya untuk ibadah mengingat Allah dan bermanfaat untuk orang lain. Ketika masa tua itu datang, disitulah tanda-tanda sms itu terlihat. Ini adalah sunnatullah proses perjalanan seseorang. Dan penyakit yang tidak ada obatnya yaitu tua. Alhamdulillah kalo umur kita sampai tua dan bahagia. Tapi kematian tidak pernah melihat usia, tidak pernah melihat tua, muda. Semua akan tiba waktunya dan mati.

Rosul pernah berkata bahwasannya umur umatnya itu pendek-pendek, kira-kira antara 60-70. Kalaupun ada yang lewat dari batas itu, bonus dari Allah. Harusnya kita mau berpikir, bagaimana dengan umur yang pendek itu kita manfaatkan untuk mencari keberkahan hidup, bukan harta semata. Buat apa umur panjang tapi tidak ada manfaatnya untuk orang lain. Bahkan seseorang yang sepanjang hidupnya hanya mencari harta doang, tapi ketika hari tua hartanya hanya dihabiskan untuk biaya pengobatan dirinya. Keberkahan pun seperti tidak ada pada hartanya.

Umar bin Khathab pernah berpesan kepada kita, bahwasannya hidup ini seperti orang yang mampir ke sebuah tempat dan setelah itu kita akan keluar ketempat itu kembali ke asalnya. Artinya hidup ini cuma mampir, hidup hanya menunggu mati. Nah, pertanyaannya adalah, apa yang kita bawa  saat kematian tiba. Harta, tahta atau wanita yang kita cintai. Tidak ada kecuali hanya amal kita saat didunia. Dialah yang akan menolong kita saat di alam kubur.

Perlulah kiranya sebagai umat muslim memperhatkan QS. Al Hasyr ayat 28 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ayat ini menjelaskan agar setiap hamba untuk bersiap-siap untuk hari-hari berikutnya di dunia dan hari di akhirat nanti. Setiap Muslim harus mempunyai planning dalam hidup, planning dalam jangka pendek, menengah dan panjang juga planning untuk jangka yang lebih kekal yaitu akhirat. Dan takwa adalah derajat yang paling tinggi di mata Allah SWT.

Sahabatku, hari ini harus lebih baik lagi dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini. Jika sama dengan hari kemarin, maka kita rugi. Jika tidak lebih baik dari kemarin, kita akan celaka. Hidup tanpa tujuan dan cita-cita akan terasa hampa, dan tidak terarah. Setidaknya dengan rencana, usaha juga disertai doa, insyaAllah ada sesuatu yang bisa dicapai, walaupun pada akhirnya Allah berkehendak lain. Yang penting, maju terus pantang mundur. Selanjutnya terserah Allah saja.

Penulis
Deni Darmawan Mudjai

Tentang Deni Darmawan

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment