Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Memperingati ulang tahun memang banyak ragamnya, mulai dari pesta, berbagi rizki dengan anak-anak yang tidak mampu, kumpul dengan keluarga atau hanya sekedar pembacaan doa di majlis ta’lim, begitu banyak cara yang bisa dilakukan agar moment kelahirannya itu menjadi lebih berkesan. caranya pun berbeda-beda, ada yang foya-foya, euforia, berbagi sesama atau hanya sekedar kumpul dengan orang yang dicintainya. Semua tergantung dari setiap orang, berfaedah terhadap diri dan orang lain, faedah hanya untuk dirinya saja tapi tidak untuk orang lain atau justrunya malah tidak mendatangkan faedah apa-apa, malah lebih banyak kemudharatannya.

Sebagai muslim, setidaknya dalam memperingati ulang tahun setiap insan bisa bercermin kepada orang-orang sholeh. Banyak dari mereka tatkal usianya bertambah, hanya tetesan air mata yang mengalir karena rasa syukur yang begitu besar terhadap dirinya akan nikmatnya panajng umur dan mengingat dosa yang telah diperbuat selama ini. Bagi mereka, umur bertambah hakikatnya dosa bertambah dan jatah hidup didunia sudah mulai berkurang.

Diantara hal-hal yang mereka lakukan diantaranya adalah banyak melakukan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah swt. Melakukan hal yang terbaik selama hidupnya, membuat prestasi, membuat karya yang bermanfaat untuk orang banyak. Intinya, moment ulang tahun dijadikan sebagai perbaikan kualitas diri, meningkatkan ibadah dan kebajikan. Memaknai kehadiran dimuka bumi selain sebagai hamba Allah juga sebagai seorang khalifah yang mampu memakmurkan bumi ini dan mencegah dari kerusakan.


Alangkah indahnya, jika setiap insan mampu memaknai setiap hari lahirnya dengan sebuah perubahan yang lebih baik, melakukan kebaikan dan perubahan bagi dirinya dan lingkungannya. Meningkatkan iman dan takwanya. Mempunyai pandangan jauh kedepan (Visoner) bukan hanya sebatas didunia yang fana ini, tetapi juga dinegeri yang kekal dan abadi yaitu akhirat. Seorang sahabat Nabi, Umar bin Khatab pernah berkata, Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab diakhirat nanti. Maksud perkataan umar ini, setiap insan mampu mengintrospeksi diri baik ibadah dan amalnya. Hidup ini hanya sekali, maka maknai setiap usia yang terlewati menjadi sebuah perubahan yang lebih baik.

Penulis
Deni Darmawan


Tentang Deni Darmawan

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment