Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6



 Ashabul kahfi menceritakan tujuh orang pemudah dan seekor anjing yang ditidurkan oleh Allah swt selama 309 tahun. Kisah ashabul kahfi dapat kita temui dalam al-Quran surat al-Kahfi.Ashabul Kahfi adalah nama sekelompok orang beriman yang hidup pada masa Raja Diqyanus di Romawi, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya nabi Isa as. Mereka hidup ditengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok orang yang tidak menyembah berhala, maka sang raja marah lalu memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk mengikuti kepercayaan sang raja. Tapi Ashabul Kahfi menolak dan lari, dikejarlah mereka untuk dibunuh. Ketika mereka lari dari kejaran pasukan raja, sampailah mereka di mulut sebuah gua yang kemudian dipakai tempat persembunyian.

Mereka adalah para pemuda yang diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala serta Dia mengilhami mereka keimanan, sehingga mereka mengenal Allah dan mengingkari keyakinan kaum mereka yang menyembah berhala. Pemuda tersebut bernama :

Tamlikha (تمليخا)
Maksalmina (مكسلمينا)
Marthunus (مرطونس)
Nainunus (نينونس)
Saryunus (ساريونس)
Zunuwanus (ذونوانس)
Falyastathyunus (فليستطيونس)

Dan semasa dalam perjalanan ke gua itu, ketujuh-tujuh mereka telah ditemani oleh seekor anjing bernama Qithmir (قطمير). Diriwayatkan juga bahawa Qitmir adalah anjing milik Tamlikha iaitu salah seorang daripada tujuh orang pemuda tersebut.Mereka mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah akidah mereka disertai dengan perasaan takut akan kekejaman dan kekerasan kaum mereka, seraya berkata, artinya,“Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian.” (Al-Kahfi: 14), yakni jika seruan kami ditujukan kepada selain-Nya, maka sungguh kami telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (Al-Kahfi: 14), yakni perkataan keji, dusta dan zhalim. Sedangkan “kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai ilah-ilah (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah.” (Al-Kahfi: 15).

Allah Subhannahu wa Ta’ala senantiasa menjaga dan melindungi mereka dalam gua tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,artinya, “Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri” (Al-Kahfi: 18), supaya bumi tidak membusukan tubuh mereka.

Kemudian Allah Subhannahu wa Ta’ala membangunkan mereka setelah tertidur dalam jangka waktu yang cukup lama “supaya mereka saling bertanya diantara mereka sendiri.” (Al-Kahfi: 19). Akhirnya mereka menemukan jawaban yang sesungguhnya, sebagaimana hal tersebut ditegaskan oleh Allah Ta’ala di dalam firman-Nya, artinya,

“Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini).” Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi): “Rabb kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini.” (Al-Kahfi: 19). Allah Subhannahu wa Ta’ala menjelaskan kisah ini hingga akhir.

Sampai akhirnya mereka terbangun dari gua dan salh satu dari mereka yan bernama Tamlikha membeli roti. Uang yang dibawanya tidak berlaku lagi karena sudah kuno. Tamlikha sadar bahwa sekarang bukan di zaman negeri yang kejam lagi, melainkan seorang raja yang beriman kepada Allah swt. Pada akhirnya Raja, ingin berjumpa mereka di gua namun mereka berdoa kepada Allah agar diwafatkan. Mereka menyadari. bahwa mereka tertidur ratusan abad lamanya. Dengan mengucapkan syukur akan kebesaran Allah swt, mereka meninggal di gua tersebut. Kemudia sang Raja membangun masjid di pintu gua itu.


Catatan :
Kisah ini saya ringkas dari berbagai sumber dan saya sampaikan saat mengisi pesantren kilat di Mentari School Juni 2017 dengan tema "Kisah-kisah dalam Al-Qur'an". Semoga bermanfaat

Penulis

Deni Darmawan  


Tentang Deni Darmawan

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment