Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6


Betapa ironinya negeri ini, negeri mayoritas beragama Islam tetapi mempunyai berbagai masalah yang dibilang yang amat kompleks, ruwet dan ngejelimet. Diantaranya seperti masalah korupsi, masalah AIDS, prostitusi dsb. Parahnya, masalah tersebut termasuk peringkat terbesar besar di Asia bahkan dunia, yang di dalamnya termasuk Indonesia. Berbagai krisis yang multidimensi, degradasi moral, mengakibatkan negeri ini sepertinya terpuruk dan selalu saja diterpa bencana secara beruntun, baik masalah alam, sosial, budaya, hukum, ekonomi, dsb. 

Tadi pagi (Selasa 25 Januari 2011) pukul 08.00 WIB kita terkejut oleh tayangan Tv One yang mendatangkan sumber peneliti anak yang mengatakan bahwa sekitar 200 ribu anak Indonesia yang masih duduk dibangku sekolah sudah bermain seks layaknya suami Istri dengan kekasihnya sehabis pulang sekolah, Naudzubillah. Berita ini tentu membuat khawatir orang tua, sebab dizaman modern sekarang ini, dimana teknologi yang semakin canggih, internet bisa diakses dimana-mana, di laptop, Handphone dsb, mereka amat mudah mengakses situs-situs yang berbau porno, kecanduan FB,  akibatnya berapa banyak ABG  yang rusak moralnya, dan mereka menjadi korban prostitusi bahkan hilang entah kemana dengan laki-laki yang dikenalnya melalui FB tersebut.

Secara tidak langsung, kolonialisme modern (Zinding, Kristenisasi, Westernisasi, dan sekulerisme) dalam rangka menghancurkan generasi muda muslim serta menjauhkan mereka dari ajaran Islam tetap terus diupayakan tentunya dengan langkah-langkah yang strategis sehingga umat Islam sendiri tidak mampu menyadari hal tersebut. Kebudayaan dan hegemoni barat yang terus dihembuskan ke negeri-negeri muslim terus dijalankan. Terlebih saat kita memasuki bulan Februari nanti, dengan jargon kasih sayang pada saat hari Valentine Day, seolah-olah melegalkan perzinahan, kahwatirnya kawula muda yang tidak mengerti hal ini, mereka menghalalkan berbagai cara agar bisa bercumbu dengan kekasihnya. Astagfirullah.
Alhamdulillah, buletin dakwah pada kali ini akan mengupas sejarah singkat tentang Valentine’s Day. Sehingga kita bisa mampu mengantisipasi dan bagaimana mensikapi hal tersebut. Saudaraku seiman, perlu kita ketahui, bahwa menjalin kasih sayang adalah merupakan ajaran Islam. Allah  memerintahkan agar kita  senantiasa saling mengingatkan akan kasih sayang diantara kita sebagai makhlukNya dengan cara yang dicontohkan oleh Rasulllah Saw, namun kasih sayang yang dikaitkan dengan Valentine Day itu bukan ajaran Islam, bahkan bertentangan dengan ajaran Islam. . 
Valentines Day atau kata aslinya Saint Valentine's Day. Pada awalnya perayaan hari Valentine ini telah ada di Roma pada abad 4 SM Perayaan tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk menghormati dewa Lupercus. Perkembangan selanjutnya, pemuka-pernuka agama Katolik, mereka mengubahnya agar sesuai dengan kaidah agama katolik dengan cara menggantikan dewa Lupercus (dewa orang Roma) dengan seorang santo (orang suci dalam agama katolik ). Keinginan ini mendapat momentumnya bersama dengan hukum matinya santo Valentino oleh kaisar Claudius pada tanggal 14 Februari 269 M, meninggalnya seorang seorang pastur katolik ini  yaitu St. Valentino, dianggap sebagai hari kramat oleh Paus Gelasius dengan diadakannya Saint Valentime’s Day ,
Perayaan peringatan  Valentine's Day ini kemudian  dicampurkan dengan  ajaran nasrani ajaran ini  disebarluaskan melalui para misionaris ke seluruh pelosok dunia. Selanjutnya, pada masa kaisar konstantin peringatan valentine’s Day  diwujudkan dengan cara pemujaan pada dewa dengan dansa- dansi pemuda pumudi dan diteruskan hubungan badan sebagai ungkapan kasih sayang .   
Setibanyadi Indonesia, istilah Valentine’s  Day dterjemahkan dengan hari kasih sayang. Padahal itu tidak seidiom dengan “Love’s Day". Kemudian hari itu dirayakan oleh para ABG yang ikut nimbrung alias latah dalam perayaan Valentin tersebut dengan pesta makan-makan, nyanyi-nyanyi, dansa-dansa sambil berpacaran dan saling berkirim kartu, bunga atau kado sebagai sarana mengucapkan perasaan cinta atau kasih sayang. Peristiwa ini pun merupakan bagian dari budaya hedonis (life style).
Peringatan perayaan Valentine's Day tersebut jelas berasal dari praktek kehidupan beragama para penyembah berhala, dan kemudian upacara itu dijadikan sebagai tradisi baru dalam kehidupan penganut agama kristen, yang sudah pasti bertentangan dengan ajaran dan akidah agama Islam. Karena itu, para remaja, khususnya siswa-siswi, pelajar serta para orang tua siswa hendaknya lebih arif dalam memilih aktivitasnya, sejauh mana manfaat dan madhraratnya dan sudah sesuaikah dengan budaya dan ajaran agama kita sebagai Muslim. Artinya, janglah melakukan sesuatu kegiatan yang jelas akan  menjerumuskan kita kejurang kemusryrikan dan menghancurkan aqidah kita.
Warning yang diberikan Al-Quran  terdapat dalam surat Al Baqarah (2): 120 yang artinya :
“orang-orangYahudi dan Nasrani tidak  akan senang kepada kamu hingga mengikuti agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar)”.Dan seseungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ibnu Umar Rosulullah bersabda :

“ Barang siapa yang mengikuti kebiasaan suatu masyarakat ia tergolong bagian dari padanya

Wallahu’alam

Penulis
Deni Darmawan

Catatan :
Rencananya tulisan ini akan dimuat di buletin dakwah edisi EDISI 1 –Shafar 1432 H/Januari 2011 M di Majlis Talim Syarif Hidayatullah Pondok Pinang yang didirikan oleh Almarhum KH. Syarif Hidayat Munjih (Kyai Jenggot Naga). Karena ada beberapa hal belum bisa dicetak. 

Tentang Deni Darmawan

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment