Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6


Sukses! Apa yang coba saudara tafsirkan dengan kata SUKSES itu. Siapapun yang ada didunia ini, baik yang masih muda atau yang sudah tua, pasti menginginkan kesuksesan, baik sukses didunia maupun sukses diakhirat nanti. Apalagi jika diusia muda sudah mencapai kesuksesan serta mencapai keberhasilan baik dalam bidang pendidikan maupun usaha atau bisnis lainnya, sehingga kita bisa melihat ukuran kesuksesan dari segi duniawi yang ukurannya materi. Itu dari segi dunia. Bagaimana dari segi akhirat?
Dari segi akhirat, tentu seseorang bisa lebih berbahagia lagi, karena bukan semata-mata bukan dari segi materi saja yang dicari, tapi juga kebahagiaan hati dan merasa dekat dengan Allah, dirinya merasa dilihat Allah, walaupun ia tidak bisa melihatnya tetapi ia yakin Allah SWT melihat gerak geriknya. Dan begitu hatinya akan tenang. Nah, berapa banyak orang yang sukses dari segi materi tapi hatinya selalu berkeluh kesah, penuh kecemasan dan jauh dari ketenangan. Ini dikarenakan orientasi hidupnya hanya mencari materi dunia saja, tanpa disertai keridhoan-Nya. Tidak cukup kalo ukuran sukses hanya dilihat dari segi materi saja. Tetapi yang lebih hakiki adalah bagaimana kita sukses yang diliputi ketenangan hati, kenteraman jiwa, kedamaian dan ada keyakinan yang kuat kepada Allah SWT apalagi ditambah dengan kekayaan materi. Sehingga semua materi dan potensi hidupnya untuk kebaikan orang banyak dan di infakkan di jalan Allah SWT. Itulah kesuksesan diatas kesuksesan. Sukses yang diliputi kebahagian dan keyakinan terhadap Allah SWT. Maka, Allah akan bukakan pintu rizki dari arah yang diduga-duga. Itulah jaminan Allah. Jadi jangan takut lapar dan tidak dapat rizki dibumi Allah, Allah sudah memberikan jalan bagi orang-orang beriman dan orang yang selalu bertaqwa kepada-Nya.
Untuk mencapai kesuksesan hakiki itu, tidak semudah yang kita perkiraan, akan sangat sulit jika dalam menggapainya tidak ada perjuangan, pengorbanan, cinta, kerja keras dan keimanan yang kuat. Orang yang mengerti hal ini, tentu ia memanfaatkan waktu sebaik mungkin, sehingga setiap waktu yang dipergunakannya mempunyai nilai yang menambah nilai kualitas dirinya, menambah kualitas keimanannya kepada Allah SWT.
Begitu juga, ketika kita berbicara masalah kesuksesan dari segi materi, tentu tidak terlepas bagaimana seseorang bisa memanfaatkan setiap waktu yang dilalui mempunyai nilai lebih untuk menambah skill dalam dirinya dan untuk kehidupan masa depannya kelak.
Ketahuilah, manusia sebenarnya dalam keadaan merugi, sebab Allah yang nyatakan di dalam QS. Al-Ashr yang bersumpah demi masa. Betapa pentingnya dalam mengelola waktu itu. Sehingga bukan saja untuk kepentingan dunia saja, tetapi juga setiap waktu untuk selalu ingat dan taqarrub kepada Allah SWT. Itulah hebatnya agama Islam yang membahas masalah waktu. Jika seseorang yang sukses didunia coba tanyakan bagaimana dia memanfaatkan dan mengatur waktunya. Maka dalam meraih dunia tidak terlepas bagaimana seseorang dalam mengelola waktu. Jika ia pandai mengelola waktu, maka ia sedang membangun kesuksesannya dan masa depannya. Betapa hebatnya Islam dalam memperhatikan masalah waktu.
Bahkan, tatkala kita mengejar materi, Islampun mengajarkan agar bisa meniatkan agar apa yang kita lakukan bisa bernilai ibadah. Jadi kita bukan hanya sekedar mencari sesuatu kesenangan sebatas dunia saja, tetapi Islam mengajarkan jauh lebih dari itu. Jadi hal apa yang perlu di perhatikan dalam menggapai kesuksesan. Seperti apa yang sudah saya tuliskan, agar bisa sukses diusia muda tanpa menunggu tua, Allah SWT sudah memberikan bahkan bersumpah dalam hal waktu. Allah sudah nyatakan bahwasannya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, ia juga nasehat menasehati dalam mentaati kebenaran dan menepati kesabaran.
Maka orang yang tidak merugi yaitu orang yang beriman. Orang yang percaya kepada Allah SWT dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Orang yang mengerjakan amal sholeh, kebaikan untuk dirinya, orang lain dan Tuhannya. Jadi betapa pentingnya setiap waktu yang kita jalankan didalam kehidupan ini, apakah waktu yang kita lewati bernilai untuk diri kita, orang lain terlebih bernilai dihadapan Allah SWT. Mari kita bangun kesuksesan dari  sekarang, dengan memanfaatkan waktu yang bernilai, sehingga bisa menambah kualitas pribadi kita, kualitas pengetahuan kita, kualitas penghambaan kita terhadap Allah SWT. Ada sebuah perumpaan bahwa Waktu itu seperti pedang, yang siap menebasmu jika bermalas-malas dan lalai kepada Allah SWT. Sebab hanya penyesalan yang ia dapatkan dan waktu yang sudah terlewati tidak dapat kembali, masa mudamu kau habiskan untuk berfoya-foya, hura-hura tanpa arah tujuan yang jelas. Masa tua telah datang, maka kau akan mengerti betapa kita akan merugi. Silahkan tafsirkan sendiri kesuksesan menurut saudara. Bagi saya Sukses itu bahagia dekat dengan Allah di dunia dan di akhirat, sukses terbesar adalah mendapat Ridho Allah swt. See you in Jannah.


M. Deni Darmawan. 
Alumni Mahasiswa Program Magister Pascasarjana Institut PTIQ Jurusan Pendidikan Agama Islam.  

Tentang uncle Dee

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment